Showing posts with label son. Show all posts
Showing posts with label son. Show all posts

Harley oh Harley

Harley with Harley 'Ironhead' at SMS 

Gak kebayang, saya akan menulis tulisan dengan judul "Harley Oh Harley" setelah belakangan ini sering menulis dengan judul yang mirip tapi beda (Daddy Oh Daddy).

Jadi cerita dimulai ketika kami pergi jalan-jalan untuk mencari sepatu untuk si adik kecil, Velocette. Kebetulan, toko sepatu tempat kami mencari tepat berseberangan dengan tempat main game arcade atau 'TimeZone'. Jadinya, sudah bisa dipastikan, itu merupakan temptation terbesar untuk Harley yang usianya memang usia bermain ^^.

Setelah cukup lama menahan dirinya untuk tidak ke 'TimeZone', akhirnya kami menyerah juga, dan Harley pun diijinkan ke 'TimeZone' dengan dibumbui banyak kata-kata wejangan,

"Tunggu kami di 'TimeZone'ya, jangan kemana-mana, nanti kami datang"
"Jangan pergi sama orang tidak dikenal"
"Yang manis ya, jangan iseng"

Begitu kami selesai melakukan kegiatan mencari sepatu Velo, barulah kami menyusul Harley ke 'TimeZone'. Ketika akhirnya saya menemukan Harley, saya melihat gerakan (menurut saya agak mencurigakan atau saya saja yang mungkin paranoid) beberapa orang anak berusia 11 tahunan yang menunjuk-nunjuk Harley sambil bisik-bisik. Sontak (cieeee pake sontak ^^) saya langsung memanggil nama Harley, yang membuat anak-anak tersebut terlihat terkejut dan salah tingkah lalu kemudian menawarkan permen yang tadinya untuk ditawarkan ke Harley kepada saya, "Bu, mau?" yang saya tolak dengan senyuman.

Nah disinilah cerita serunya. Walau sudah cukup sering saya mengajarkan Harley untuk tidak menerima makanan atau barang apapun itu dari orang tidak dikenal, (mumpung ada kejadian nyatanya), saya merasa harus mengulang.

Me : Harley, kalau dikasih makanan/barang apapun dari orang asing, Harley harus bagaimana?
Harley : Gak boleh nerima. (katanya cuek)
Me : Diingat ya Harley. Orang asing termasuk orang-orang yang seumur sama kamu.
Harley : Iya Mami.  Jadi kalo mau ambil, Harley mesti kenalan dulu ya,
Me : ...... (kehabisan kata-kata untuk menerangkan sambil berdoa dalam hati, semoga tidak ada kejadian yang ngeribetin itu...haish)

Daddy oh Daddy - Misteri Celana Dalam

Daddy & Harley

Setiap nonton iklan TV yang menayangkan seorang ayah yang memakaikan baju kekecilan pada anaknya itu, saya menganggap itu hanya bisa-bisaan si Production House saja agar iklannya disimak.
Tetapi setelah saya melihatnya sendiri...akhirnya saya percaya, itu bisa terjadi. ^^

Begini nih ceritanya :

Misteri Celana Dalam

Suatu ketika, saya, dan keluarga bermalam di rumah ayah saya. Sebagai ibu, sayalah yang menyiapkan pakaian apa saja yang harus dibawa, termasuk pakaian suami saya, walau dia yang memilih.

Di hari kedua, Velo, anak keduaku yang saat itu masih berumur beberapa bulan pup cukup banyak sampai beleber keluar. Karena sedang dipangku oleh suami, alhasil, celana suami pun terkena.

Jadilah mereka berdua harus mandi, tetapi ketika saya mencari (maaf) celana dalam suami, saya tidak menemukan. Padahal seingat saya, saya sudah membawanya kok. Sebagai gantinya, saya malah melihat celana dalam anak pertama saya, Aley yang membuat saya sempat bingung....

"Perasaan saya, celana dalam Aley yang saya bawa itu ngepas. Jadi harusnya tidak ada lebih, karena hari tersebut waktunya kami pulang. Dan saya pun sudah membawa celana dalam suami..."

Singkat cerita, saya terpaksa deh berlari-lari ke minimart terdekat sambil menggendong Velo (agak sulit menitipkan anak bayi ke keluarga saya) untuk membeli celana dalam suami.

-----

Akhirnya begitu sampai rumah, misteri celana dalam akhirnya terungkap.

Aley yang saat itu mau ganti baju tidur dan cuci kaki dan tangan pun membuka bajunya, yang membuat saya terbengong-bengong....

Me : Aley, kok pakai CD Daddy?

Aley : Itu kan Daddy yang kasih, ya Aley pake aja.

Me : (Melihat dengan pandangan takjub ke suami)

Suami : Oh iya, pantesan, kok pas dipakein, CD nya kegedean...

Me : (Menghela napas dalam-dalam)


Ketika si Adik lahir

Aley - Velo

Anakku yang pertama sempat menolak adiknya yang baru lahir.
Bukan karena ia tidak siap dengan si adik yang baru lahir, tetapi karena tidak sesuai dengan bayangannya ^^.

Jadi Si kakak sebenarnya sudah sangat tahu, bahwa satu hari adiknya akan lahir, dan Si Kakak sangat mengharapkan adiknya tersebut adalah seorang perempuan. Dalam benaknya, seorang perempuan itu berambut panjang seperti Mommy nya.

Tapi begitu sang adik lahir, ketika saya masih di ruang operasi, si Kakak diperkenalkan untuk pertama kalinya oleh Daddy nya ke sang adik.

Daddy  : Aley, ini adik Aley, Velo namanya. Adik Aley perempuan. Cantik gak?
Aley     : Bukan, itu bukan adik Aley. Kata Mommy, adik nya Aley perempuan, perempuan kan rambutnya panjang. Jadi itu bukan adik Aley. 
Daddy  : Itu Adiknya Aley, karena baru lahir jadi rambutnya belum panjang.

Mendengar penjelasan Daddy nya, Aley terdiam, entah mengerti atau tidak. Namun setiap kali bisa ke RS untuk menjenguk Mommy dan adiknya, aley tetap terlihat senang.

Belakangan, ketika sedang ngobrol iseng dengan Aley yang sedang bermain dengan Velo yang kini sudah berusia 9 bulan, saya suka bertanya kembali:

Mommy : Aley, Velo cantik gak?
Aley       : (dengan yakin menjawab) Belon cantik, Mommy, soalnya rambutnya belum panjang.
Mommy : Loh, jadi Mommy juga tidak cantik donk ? (Kebetulan karena cuaca kian memanas, saya memutuskan memotong rambut sangat pendek)
Aley       : Mommy cantik sih, kalau rambutnya sudah panjang. Makanya rambut Mommy dipanjangin donk.
Mommy : Hahahaha baiklah Aley.

Jadi intinya, sang kakak Aley menganggap perempuan cantik itu adalah yang berambut panjang ^^